Teks Anekdot
Pengertian
Teks anekdot adalah teks cerita singkat bersifat lucu dan berdasarkan kisah nyata.
Ciri-Ciri
1. Mampu menghibur dan membuat tertawa.
2. Memiliki sifat menggelitik.
3. Memiliki sifat menyindir.
4. Bisa jadi mengenai orang penting.
5. Memiliki tujuan tertentu.
6. Cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng.
Berikut adalah unsur
kebahasaan teks anekdot.
1. Memakai kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat yang tidak membutuhkan jawaban).
3. Memakai konjungsi yang menyatakan hubungan waktu seperti "kemudian",
"lalu".
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti "menulis", "membaca" atau
"berjalan".
5. Menggunakan kalimat perintah.
6. Menggunakan kalimat seru. Khususnya untuk anekdot yang disajikan
dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan.
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK Tujuan
Teks anekdot juga memiliki tujuan untuk membangkitkan tawa, untuk menghibur sekaligus untuk mengkritik
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK Tujuannya yaitu membangkitkan tawa pembaca, sebagai sarana hiburan, dan sarana untuk mengkritik.
Teks anekdot juga memiliki tujuan untuk membangkitkan tawa, untuk menghibur sekaligus untuk mengkritik
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK Struktur
Berikut adalah unsur
kebahasaan teks anekdot.
1. Memakai kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat yang tidak membutuhkan jawaban).
3. Memakai konjungsi yang menyatakan hubungan waktu seperti "kemudian",
"lalu".
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti "menulis", "membaca" atau
"berjalan".
5. Menggunakan kalimat perintah.
6. Menggunakan kalimat seru. Khususnya untuk anekdot yang disajikan
dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan.
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK 1. Abstrak, terdapat di bagian awal paragraf dan memberikan gambaran awal kepada pembaca mengenai keseluruhan isi teks.
2. Orientasi, berisi awal kejadian cerita.
3. Krisis, memberikan penjelasan mengenai masalah utama dalam cerita.
4. Reaksi, menyelesaikan masalah dalam cerita.
5. Koda, penutup sekaligus amanat dari cerita tersebut.
Kaidah Kebahasaan
1. Memakai kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2. Menggunakan kalmat retoris (kalimat pertanyaan yang tidak butuh jawaban).
3. Memakai konjungsi waktu.
4. Menggunakan kata kerja aksi.
5. Menggunakan kalimat perintah.
unsur kebahasaan teks
anekdot.
1. Memakai kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat yang tidak membutuhkan jawaban).
3. Memakai konjungsi yang menyatakan hubungan waktu seperti "kemudian",
"lalu".
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti "menulis", "membaca" atau
"berjalan".
5. Menggunakan kalimat perintah.
6. Menggunakan kalimat seru. Khususnya untuk anekdot yang disajikan
dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan.
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK Cara Membuat
1. Menentukan topik.
2. Menentukan tokoh terkait.
3. Menentukan peristiwa yang menjadi latar belakang.
4. Merinci peristiwa dalam alur anekdot yang meliputi abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
5. Mengembangkan kerangka anekdot menjadi sebuah cerita utuh.
Contoh
unsur kebahasaan teks
anekdot.
1. Memakai kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat yang tidak membutuhkan jawaban).
3. Memakai konjungsi yang menyatakan hubungan waktu seperti "kemudian",
"lalu".
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti "menulis", "membaca" atau
"berjalan".
5. Menggunakan kalimat perintah.
6. Menggunakan kalimat seru. Khususnya untuk anekdot yang disajikan
dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan.
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK unsur kebahasaan teks
anekdot.
1. Memakai kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat yang tidak membutuhkan jawaban).
3. Memakai konjungsi yang menyatakan hubungan waktu seperti "kemudian",
"lalu".
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti "menulis", "membaca" atau
"berjalan".
5. Menggunakan kalimat perintah.
6. Menggunakan kalimat seru. Khususnya untuk anekdot yang disajikan
dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan.
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK unsur kebahasaan teks
anekdot.
1. Memakai kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat yang tidak membutuhkan jawaban).
3. Memakai konjungsi yang menyatakan hubungan waktu seperti "kemudian",
"lalu".
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti "menulis", "membaca" atau
"berjalan".
5. Menggunakan kalimat perintah.
6. Menggunakan kalimat seru. Khususnya untuk anekdot yang disajikan
dalam bentuk dialog, penggunaan kalimat langsung sangat dominan.
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Teks Anekdot: Struktur dan Kaidah Kebahasaan", https://tirto.id/giBK
0 Komentar